Mengenal Fungsi CDI pada Sepeda Motor

Mengenal Fungsi CDI pada Sepeda Motor
CDI 5VV dan 5TL Yamaha
CDI  berfungsi untuk mengatur waktu percikan api busi yang nantinya digunakan untuk membakar bahan bakar yang sudah dipadatkan oleh piston. CDI dibantu oleh pulser, pulser ini bekerja sebagai sensor posisi piston. Sinyal pulser akan memberi fungsi SCR pada CDI motor yang akan terbuka sehingga secara otomatis CDI akan menghempaskan arus yang ada di dalam kapasitor.
CDI didukung oleh koil sebagai pelipat tegangan yang dikirim ke busi.

CDI juga bertugas mengelola arus yang dikirim oleh pilser, aki, spul, dan komponen lainnya.

CDI sangat berpengaruh pada performa mesin. Pengapian yang baik itu ialah pengapian yang mampu membakar bahan bakar secara tuntas dan sempurna sehingga panas yang dihasilkan lebih optimal.

Tingkat kepanasan bisa sangat berpengaruh pada kinerja mesin. Karena mesin itu sendiri sudah didesain untuk mengubah energi kimia menjadi energi panas yang akan dikonversi menjadi energi gerak.

Jadi, panas yang optimal harus dari hasil murni dari ledakan bahan bakar bukan dari gesekan antar komponen yang berada di dalam ruang bakar.

Mengetahui Besarnya Energi CDI
Kita bisa menggunakan rumus dasar perhitungan  energi kapasitor 
W = 1/2 CV^2
C : Besaran Kapasitor (dalam satuan Farad)
V : Tegangan yang tersimpan dalam kapasitor
W : Energi

Kelebihan Pengapian Sistem CDI
  • Tiodak membutuhkan penyetalan proses pengapian karena sudah diatur secara otomatis saat proser pengapian terjadi
  • Lebih stabil dari pada pengapian konvensional karena tidak ada loncatan bunga api pada CDI
  • Mesin motor lebih mudah dihidupkan.
  • Unit CDI aman dari goncangan dan air karena sudah dikemas rapat, dan 
  • Perawatan lebih mudah.
Kekurangan Pengapian Sistem CDI
  • Kumparan pengapian harulah memiliki nilai induktansi yang besar, jd kalunya putaran atas mesin kurang memuaskan
  • Bentuk fisik kumparan pengapian yang dipakai relatif besar
  • Membutuhkan pencatu daya yang mempunyai keluran dengan beda potensial listrik yang relatif rendah dan kuat arus listrik yang relatif besar.
Jenis CDI
Mengenal Fungsi CDI pada Sepeda Motor
Rangkaian cdi ac dan dc

1. CDI AC (Alternating Current)
Cara kerja CDI AC pada umumnya terdapat pada sistem pengapian yang suplai tegangannya berasal dari source coil (koil pengisi/sumber) dalam flywheel magnet (flywheel generator).

Pada saat magnet berputar maka akan dihasilkan arus listrik AC dalam bentuk induksi listrik dari source coil. Arus ini akan diterima oleh CDI dengan tegangan sebesar 100-400 volt, dan selanjutnya diubah menjadi arus setengah gelombang (menjadi arus searah) oleh diode, kemudian disimpan dalam kondensor (kapasitor) dalam CDI.

Kelebihan CDI AC
  • Menggunakan arus langsung yang bearasal dari spull CDI
  • Terdapat Spull CDI sendiri untuk mengalirkannya ke CDI
  • Komponen tidak berhubungan dengan sistem pengisian
  • Kemungkinan rusak dalam jangka lama
  • Harga lebih murah
Kekurangn CDI AC
  • Arus tidak tetap membuat mesin bekerja lebih keras
  • Arus yang keluar tergantung putaran mesin, jika putaran rendah maka pengapian pun kecil
  • Kawat email di spill sering terbakar karena panas yang berlebihan
Daftar motor yang menggunakan Pengapian Sistem CDI AC
  • Honda Grand
  • Honda Supra
  • Astrea 800
  • Honda Legenda
  • Honda Supra Fit
  • Honda NSR-SP
  • Yamaha Alfa
  • Yamaha  F1ZR
  • Yamaha RX-S
  • RX-k
  • RX-Z
  • Crypton
  • Suzuki Tornado GS
  • Tornado GX
  • RC Bravo
  • Crystal
  • RG-R
  • Kawasaki Kaze
2. CDI DC (Direct Current)
Cara kerja CDI DC ini pada sepeda motor yaitu pada saat kunci kontak ON, maka arus akan mengalir dari baterai menuju sakelar, jika sakelar ON maka arus akan mengalir ke kumparan penguat arus dalam CDI yang meningkatkan tegangan dari baterai (12 Volt DC menjadi 220 Volt AC) kemudian arus diserahkan melalui diadoda dan kemudian dialirkan ke kondensor untuk disimpan sementara.

Hal itu terjadi putaran mesin, koil menghasilkan arus yang kemudian mengaktifkan SCR sehingga memicu kondensor/kapasitor untuk mengalirkan asrus ke kumparan primer koil pengapian, pada saat terjadinya pemutusan arus yang mengalir pada kumparan primer koil pengapian, maka timbul tegangan pada kedua kumparan yaitu kumparan primer dan sekunder dan menghasilkan percikan api pada busi.

Kelebihan CDI DC
  • Menggunakan arus searah yang berasal dari aki
  • Arus tetap stabil meski diputaran rendah
  • Spul jarang mati
Kekurangan CDI DC
  • Sangat sensitif terhadap konsleting
  • Jika aki tak mampu menggalirkan arus 11-12 volt maka berpengaruh terhadap kinerja CDI. Tapi, kalaunya kiprok sehat maka masih bisa digunakan walau tanpa aki
  • Rata-rata CDI DC harganya mahal
Daftar jenis motor yang menggunakan CDI DC
  • Honda Kirana
  • Sonic 125
  • Karisma
  • Supra 125
  • Megapro
  • GL-Pro Neo tech
  • Beat
  • Spacy
  • CBR
  • Suzuki Shogun 110
  • Shogun 125
  • Smash
  • Satria F
  • Titan
  • Skywave
  • Skydrive
  • Rider
  • Yamaha Vega
  • Jupiter Z
  • Vega ZR
  • New Jupiter Z
  • Mio
  • Mio Soul
  • Kawasaki Blitz
  • Edge
  • Athlete
  • Ninja
Itulah sedikit ulasan mengenai CDI motor, semoga artikel ini bermanfaat. Kalau ada salah kata mohon maaf.

Baca juga:

0 Response to "Mengenal Fungsi CDI pada Sepeda Motor"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel