Fungsi Relay dan Cara Kerjanya Pada Sistem Kelistrikan

Fungsi Relay dan Cara Kerjanya Pada Sistem Kelistrikan

Relay merupakan salah satu komponen elektronika. Ia akan bekerja jika ada aliran listrik. Relay itu bekerja seperti saklar, yaitu digunakan untuk memutus atau menyambung arus listrik.

Fungsi Relay
  • Digunakan untuk menjalankan fungsi logika (Logic Function)
  • Digunakan untuk memberikan fungsi penundaan waktu (time delay function)
  • Digunakan untuk mengendalikan sirkuit bertegangan tinggi dengan bantuan dari signal tegangan rendah.
  • Juga berfungsi melindungi sistem kelistrikan kenderaan bermotor atau komponen lainnya dari kelebihan tegangan ataupun hubungan singkat (short).
Prinsip Kerja Relay 
Fungsi Relay dan Cara Kerjanya Pada Sistem Kelistrikan

Relay terdiri dari dua bagian utama. Yakni, bagian kumparan atau elektromagnet (coil) dan bagian bagian kontak poin atau saklar.

Mesin Motor tidak Menyala, Cek 3 bagian ini

Pada umumnya relay memiliki 4, 5, 6, kaki atau terminal. Untuk yang 4 terminal, masing-masing kakinya diberi nomor 30 dan 87 yang berhubungan dengan kontak point dan terminal 85 dan 86 yang berhubungan dengan elektromagnet
Fungsi Relay dan Cara Kerjanya Pada Sistem Kelistrikan

Cara kerja relay ini adalah ketika kumparan atau elektromagnet ini dialiri arus listrik melalui terminal 85 dan 86 maka kumparan tersebut akan menimbulkan gaya kemagnetan. Gaya kemagnetan inilah yang nantinya akan menarik kontak poin yang sehingga terminal 30 dan 87 terhubung.

Untuk relay yang 5 kaki atau 6 kaki memiliki prinsip kerja yang sama dengan yang 4 kaki. Perbedaannya hanya di kontak poin saja yang di perbanyak.

Di relay 5 kaki terdapat terminal 87 dan 87a. Terminal 87a ini kebalikan dari terminal 87. Artinya jika terminal 87a ini terhubung dengan terminal 30 maka terminal 87 dan terminal 30 akan terputus. Dan begitu juga sebaliknya.

Sistem Starter Sepeda Motor Bermasalah, Cek Bagian ini

Kontak poin (contact point) relay ada 2 yaitu:
  • Tipe Normally Close (NC) yaitu relay yang kondis awalnya sebelum diaktifkan akan berada dalam posisi terhubung atau tertutup
  • Tipe Normally Open (NO) yaitu relay yang kondisi awalnya sebelum diaktifkan akan berada dalam posisi terputus atau terbuka.
Kontruksi Relay
Lihat gambar kontruksi relay 4 kaki bawah ini terdapat terminal 30, 85, 86, dan 87.
Fungsi Relay dan Cara Kerjanya Pada Sistem Kelistrikan
  • Terminal 30 dihubungkan dengan terminal positif baterai
  • Terminal 87 dihubungkan dengan beban seperti lampu, klakson, dan starter eletrik
  • Terminal 85 dihubungkan kesaklar dan mendapatkan arus positif (digunakan sebagai signal)
  • Terminal 86 dighubungkan ke negatif baterai atau ke massa/ground.
Jenis Relay Berdasarkan Jumlah Pole dan Throw
Fungsi Relay dan Cara Kerjanya Pada Sistem Kelistrikan

Pole artinya yaitu banyaknya kontak yang dimiliki relay. Sedangkan Throw artinya yaitu banyaknya kondisi yang dimiliki kontak point.

Jenis relay berdasarkan jumlah Pole dan Throw dibagi menjadi empat:
1. Relay Tipe Single Pole Single Throw (SPST)
Memiliki 4 terminal, 2 terminal untuk saklar, dan 2 terminal untuk coil

2. Relay Tipe Single Pole Double Throw (SPDT)
Memiliki 5 terminal, 3 terminal untuk saklar, dan 2 terminal untuk coil

3. Relay Tipe Double Pole Single Throw (DPST)
Relay ini memiliki 6 terminal, 4 terminal yang terdiri dari 2 pasang terminal saklar, dan 2 terminal untuk coil. Relay (DPST) ini dapat dijadikan 2 saklar yang dikendalikan oleh 1 coil

4. Relay Tipe Double Pole Double Throw (DPDT)
Relay ini memiliki 8 terminal, 6 terminal yang merupakan 2 pasang relay (SPDT) yang dikendalikan oleh 1 (single) coil. Sedangkan 2 terminal lainnya untuk coil.

Selain golongan relay diatas, ada juga yang relay yang Pole dan Throw-nya melebihi dari 2. Misalkan 3PDT (Triple Pole Double Throw) dan 4PDT (Four Pole Double Throw) dan lain sebagainya.

Sekian dulu ya artikel tentang Fungsi Relay dan Cara Kerjanya Pada Sistem Kelistrikan, kalau ada salah kata mohon maaf.

Baca juga:

0 Response to "Fungsi Relay dan Cara Kerjanya Pada Sistem Kelistrikan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel